Pengacara Tito Hananta Kusuma Bela Eks Ketua DPD RI Irman Gusman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –

Sudah dua hari lamanya Ketua DPD RI Irman Gusman menjalani kehidupan barunya di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta. Irman tak habis pikir ditangkap KPK. Lantaran awalnya ia mengira bungkusan yang diserahkan Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi itu berisi dasi atau parfum sebagai kenang-kenangan. Bukan uang Rp 100 juta yang kini menjeratnya hingga ditahan KPK. Pengacara Irman Gusman yakni Tommy Singh mengatakan, bungkusan itu diserahkan oleh Memi dan diletakkan di meja. Serta tidak diterima langsung oleh Irman. “Pak Irman itu tidak pernah terima uang Rp 100 juta. Itu sudah pasti. Yang disampaikam Ibu Memi itu ini ada oleh-oleh. Tidak pernah dibuka karena itu sudah jam 12 malam (00.00 WIB),” kata Singh di KPK, Jakarta, Senin (19/9/2016).

Menurut Singh, bungkusan tersebut kemudian dibawa oleh pembantunya. Irman baru mengetahui isi bungkusan tersebut adalah uang ketika penyidik KPK mendatangi rumahnya bersama Xaveriandy Sutanto dan Memi. “Pak Irman mengetahui ada uang setelah diserahkan itu (uang ke KPK). Sebelumnya dikira parfum atau dasi,” kata dia. Kemarin sore, Irman dibesuk pengacaranya yakni Tomy Singh, Razman Nasution, Tito Hananta Kusuma, Rosida dan Bagindo Fahmi dan Tommy Singh di Rutan Pomdam Guntur. Pada besuk yang pertama itu, Razman berbicara dengan Irman sekitar 2,5 jam. Razman Nasution dan beberapa pengacara resmi bergabung menjadi kuasa hukum bagi Firman pada pertemuan tersebut. Razman Lantas menunjukkan dua lembar surat kuasa berisi tulisan tangan dan tanda tangan Irman Gusman. Namun, surat kuasa tersebut tak tertera materai sebagaimana surat kuasa umumnya. Razman mengaku telah mendapatkan penjelasan dari Irman tentang kronologi penangkapan hingga kasus yang disangkakan oleh KPK kepadanya. “Dia bingung. Dia merasa, ‘Saya kan bantu masyarakat, kok saya jadi kena,” kata Razman menceritakan curhat Irman Gusman.

“Kata beliau, ‘Pak Razman, tolong kerjasama dan koordinasi dengan istri saya. Saya sudah 20 tahun berpolitik. Rasanya aneh kalau gara-gara Rp100 juta ini bisa kena. Ini hal yang kecil kan. Nggak mungkin saya korbankan karir saya,” sambungnya. Menurut Razman, belum ada anggota keluarga yang membesuk Irman Gusman di tahanan mengingat belum ada izin dari pihak KPK. “Saya tadi ke sana nggak bawa makanan apa-apa. Mana bisa makanan ke Rutan Guntut. Itu masuknya aja harus lewat pintu khusus. Kami tidak dibenarkan bawa apa-apa,” katanya. Razman mengaku belum ada teman tersangka kasus korupsi yang menjadi teman satu sel dengan Irman Gusman. “Dia masih adaptasi di dalam sana. Tentu lah bebannya masih berat,” ujar Razman.
Menurut Razman, seharusnya Irman menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka Senin kemarin. Namun, ia meminta penundaan lantaran masih keletihan usai menjalani pemeriksaan maraton selama 20 jam pasca-ditangkap oleh petugas KPK pada Sabtu (17/9) dini hari lalu. “Mudah-mudahan kalau beliau diperiksa besok (hari ini), kami akan dampingi. Meski beliau sedikit letih, tapi tidak stress kok. Beliau percaya, apapun yang disangkakan ke beliau, insya Allah akan dijawabnya dengan baik,” ujarnya. Wakil Ketua KPK La Ode Muhamad Syarif memastikan Irman mengetahui dalam bingkisan tersebut adalah uang. Syarif mengatakan tim penyidik KPK sudah mengintai cukup lama hingga serah terima di rumah dinas Irman tersebut. “Jadi, pasti sudah diketahui bahwa bungkusan yang diterima adalah uang. Di samping itu, penyidik KPK pasti sudah memiliki info matang sebelum bergerak ke rumah IG (Irman Gusman),” kata Syarif. Sebelumnya, KPK menangkap Irman di rumah dinasnya usai menerima uang Rp 100 juta dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto. Uang tersebut sebagai jasa Irman memberikan rekomendasi kepada CV Semesta untuk mendapatkan kuota impor gulo dari Badan Urusan Logistik kepada Provinsi Sumatera Barat.

(tribunnews/eri/coz)

Source : tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *